Lewati ke konten utama
← Kembali ke Jurnal Tembakau
Sejarah

Tembakau Deli: kisah emas hijau yang mengangkat nama Sumatra

6 menit baca🔥 Populer

No. 005 · Dipublikasikan 18 Jul 2026

Seorang saudagar dan tanah yang tak terduga

Tahun 1863, seorang saudagar muda asal Belanda bernama Jacob Nienhuys tiba di Labuhan Deli. Rencana awalnya sebenarnya menanam tembakau di Jawa, namun perjalanan membawanya ke Sumatra Timur, sebuah kawasan yang saat itu masih didominasi hutan belantara. Di tanah itulah, Nienhuys menemukan sesuatu yang tak ia duga sebelumnya: kondisi tanah dan iklim yang ternyata sangat cocok untuk membudidayakan tembakau kualitas tinggi.

Enam tahun berselang, pada 1869, ia mendirikan Deli Maatschappij — sebuah perseroan besar yang menjadi cikal bakal industri perkebunan tembakau modern di kawasan tersebut, dengan dukungan modal dari kalangan usaha Belanda.

Julukan "emas hijau" dan puncak kejayaan

Kualitas tembakau Deli dengan cepat menarik perhatian pasar Eropa. Teksturnya yang halus dan elastis membuatnya menjadi bahan pembungkus atau "wrapper" pilihan utama para pembuat cerutu kelas dunia. Reputasi ini terus menanjak hingga mencapai puncaknya sekitar tahun 1912, ketika hampir sembilan dari sepuluh cerutu kelas atas yang beredar di Eropa mengandalkan wrapper dari tanah Deli.

Dari sinilah lahir julukan yang melekat hingga kini: "emas hijau". Tembakau ini mengubah wajah ekonomi Sumatra Timur secara drastis, dari kawasan yang sepi menjadi pusat perdagangan yang sibuk, dengan Medan sebagai salah satu kota yang ikut tumbuh besar karenanya.

Sisi lain dari kejayaan sebuah komoditas

Namun kejayaan tembakau Deli tidak lepas dari catatan sejarah yang lebih kelam. Perkebunan-perkebunan besar pada masa itu banyak yang dijalankan dengan sistem kerja paksa terhadap buruh, sebuah bagian dari sejarah kolonial yang penting untuk tidak dilupakan ketika membicarakan kejayaan sebuah komoditas.

Hari ini, jejak tembakau Deli masih bisa ditemukan dalam berbagai simbol dan lambang lembaga di Sumatra Utara — pengingat bahwa satu lembar daun pernah membawa satu wilayah menempuh perjalanan panjang, dengan segala kompleksitas sejarah yang menyertainya.

Sumber & referensi

  1. merdeka.com — "Sejarah Tembakau Deli, Daun Emas yang Legendaris di Pulau Sumatra"
  2. Indonesia.go.id — "Tembakau, Sejarah dan Cita Rasa Indonesia"
  3. Komunitas Kretek — "Industri Tembakau Deli, Dulu dan Kini"

Artikel ini disusun ulang oleh redaksi Jurnal Tembakau berdasarkan informasi dari sumber-sumber di atas, sesuai Kode Etik Jurnalistik Pasal 3 (menguji informasi) dan Pasal 6 (tidak menjiplak).