Serikat Buruh Rokok Berusia 33 Tahun Melawan Gempuran Mesin
FSP RTMM-SPSI lahir dari penggabungan dua serikat buruh tembakau dan makanan-minuman pada 1993, kini menaungi ratusan ribu pekerja di belasan provinsi -- tapi kekuatan tawar yang dibangun selama tiga dekade itu diuji oleh mesin yang pelan-pelan mengganti tangan buruh.
Artikel Lainnya
Menampilkan 7 dari 7 artikel
Batik Mbako, Saat Daun Tembakau Naik Pangkat Jadi Seragam Dinas
Batik Mbako lahir dari keresahan seorang pendatang bernama Iman Nugroho terhadap nasib petani tembakau Temanggung, lalu berkembang jadi puluhan motif bertema daun, bunga, dan rajangan tembakau. Sejak Peraturan Bupati Nomor 26 Tahun 2019, motif ini resmi jadi bagian pakaian dinas PNS -- meski perajinnya masih bergulat dengan motif yang kerap dianggap kosong dan minimnya regenerasi perajin muda.
Eblek, Anyaman Bambu Rp30 Ribu di Balik Bukit Emas Temanggung
Eblek atau rigen -- anyaman bambu persegi panjang tempat rajangan tembakau dijemur -- adalah wajah paling ikonik dari musim panen tembakau Temanggung, saat bukit dan tegalan berubah keemasan dan jadi incaran wisatawan. Di baliknya, ada perajin di Dusun Letih yang masih menganyam bambu satu per satu meski material modern makin gampang didapat.
Nyethe, Kerajinan Melukis Batang Rokok yang Sengaja Dibuat untuk Musnah
Cethe adalah kata Jawa untuk endapan ampas kopi, dan nyethe adalah kegiatan mengoleskannya ke batang rokok sampai membentuk motif. Tradisi yang tumbuh di kalangan petani Tulungagung sejak 1980-an ini pernah memecahkan rekor MURI dengan 2.710 peserta, dan kini merambat ke media cangkir porselen.
Klobot, Bungkus Rokok Kulit Jagung yang Tak Gentar Air Laut
Sebelum kertas rokok jadi standar, ada rokok klobot -- tembakau bercampur cengkeh yang dibungkus kulit jagung kering, bukan kertas pabrikan. Dari Desa Bancangan di Ponorogo sampai Pabrik Cengkir Gading di Nganjuk, kerajinan membungkus tembakau dengan klobot ini masih berjalan untuk melayani nelayan dan petani gunung yang setia.
Sarinah dan Kecepatan Tangan Melinting 7.000 Rokok Sehari
Di sentra kretek Kudus, melinting dan membatil rokok kretek tangan adalah kerajinan yang mengandalkan kecepatan dan ketelitian jari -- pekerja tercepat bisa menyelesaikan 7.000 batang dalam waktu kurang dari tujuh jam. Upahnya dihitung per seribu batang, dan pada 2026 nilainya naik jadi Rp50.300 -- tapi keahlian ini pelan-pelan tergeser oleh mesin pelinting modern.
Tingwe: Kenapa Melinting Sendiri Bisa Hemat 80 Persen
Harga rokok pabrikan di Indonesia kini ada yang tembus Rp56.900 per bungkus imbas kenaikan cukai yang terus berulang tiap tahun. Di tengah itu, semakin banyak orang -- termasuk generasi muda -- beralih melinting tembakau sendiri lewat tradisi bernama tingwe, yang diklaim bisa menghemat pengeluaran rokok hingga 80 persen.
Kearifan yang bertahan: bagaimana komunitas tingwe menjaga tradisi melinting
Bagi sebagian orang, melinting bukan sekadar kebiasaan, melainkan keterampilan yang diwariskan dan dirayakan bersama. Berkenalan dengan komunitas-komunitas yang menjadikan meracik tembakau sebagai ajang kumpul dan ekspresi kreativitas.