Serikat Buruh Rokok Berusia 33 Tahun Melawan Gempuran Mesin
FSP RTMM-SPSI lahir dari penggabungan dua serikat buruh tembakau dan makanan-minuman pada 1993, kini menaungi ratusan ribu pekerja di belasan provinsi -- tapi kekuatan tawar yang dibangun selama tiga dekade itu diuji oleh mesin yang pelan-pelan mengganti tangan buruh.
Artikel Lainnya
Menampilkan 9 dari 15 artikel
Rembang Dikenal karena Garam, Diam-Diam Jadi Raja Tembakau
Rembang selama ini identik dengan garam dan wisata pusaka Lasem, padahal tegalan keringnya menyimpan sentra tembakau rajangan yang menyebar di belasan kecamatan. Musim tanam 2026 saja luasnya mencapai 7.440 hektare, tapi cuaca ekstrem dua tahun terakhir membuktikan betapa rapuhnya angka itu.
Ekspor Tembakau RI Mendunia, Krosoknya Malah Banyak Diimpor
Pada 2024, ekspor produk tembakau Indonesia tembus US$1,7 miliar dan menempatkan negeri ini di posisi eksportir keenam dunia, dengan cerutu premium melenggang sampai ke Jerman dan Jepang. Namun di balik angka itu, volume tembakau mentah yang diimpor justru jauh melampaui krosok yang diekspor.
Rokok Ilegal Menang Saat Cukai Naik, Petani Ikut Kalah
Survei dan laporan penindakan terbaru menunjukkan peredaran rokok ilegal di Indonesia terus membesar, dengan potensi kerugian negara yang disebut tembus puluhan triliun rupiah dalam setahun. Di balik angka itu ada rantai yang lebih panjang -- dari sentra produksi di Jawa sampai petani dan pabrik rokok legal yang pasarnya ikut tergerus.
Perempuan Penyortir Daun Tembakau, Dibayar Ketelitian Rp51 Ribu Sehari
Di gudang-gudang tembakau dari Sumatera Utara sampai Jawa Timur dan Lombok, hampir seluruh proses memilah daun kering berdasarkan warna, ukuran, dan cacat dikerjakan tangan perempuan. Upahnya dibayar harian atau per malam kerja, jauh sebelum daun itu sampai ke tangan pelinting rokok.
Tembakau Mole Garut: Diekspor ke Malaysia, Pabriknya di Kudus
Garut memang lebih dikenal lewat dodol dan domba, tapi kabupaten ini juga penghasil tembakau mole yang dirajang setipis rambut dan dijemur di atas sasag bambu. Hasilnya laris sampai ke pabrik rokok di Kudus dan pasar Malaysia, namun petaninya sendiri jarang menikmati untung besar dari rantai produksi itu.
Di Atas Ladang Minyak Bojonegoro, Nasib Tembakau Ditentukan Hujan
Bojonegoro lebih dikenal lewat minyak bumi Blok Cepu, padahal kabupaten ini menanam tembakau Virginia dan Jawa di 26 kecamatan sekaligus. Musim 2025 mencatat lebih dari dua ribu hektare ladang hilang akibat kemarau basah, sementara harga rajangan kering di tingkat petani nyaris tak bergerak selama dua musim berturut-turut.
Cukai Rokok Kembali ke Daerah, Tapi Berapa yang Sampai ke Petani?
Setiap batang rokok yang terjual menyumbang cukai ke kas negara, dan sebagian kecil dikembalikan ke daerah penghasil lewat DBHCHT. Tahun anggaran 2026 nilainya Rp3,28 triliun, dengan Jawa Timur menyerap lebih dari separuhnya. Masalahnya, aturan penggunaan hanya menyisakan satu irisan tipis untuk urusan bahan baku -- dan riset lapangan menemukan program yang paling relevan bagi petani justru yang paling seret terserap.
Panen Raya Tiba, Harga Tembakau Justru Sering Terjun
Puncak panen tembakau jatuh pada Agustus-September, tapi melimpahnya daun jarang berbanding lurus dengan pendapatan petani. Catatan musim 2026 dari Temanggung, Bojonegoro, dan Pamekasan memperlihatkan tiga penyebabnya: daun yang tidak tahan disimpan, patokan harga yang terlambat ditetapkan, dan kuota serapan gudang yang menentukan lebih dulu.
Lolos dari Tanam Paksa, Sawah Keraton Ini Malah Disewakan ke Belanda
Berbeda dari tembakau gunung Temanggung yang tumbuh di lereng tegalan, tembakau Vorstenlanden di Klaten, Boyolali, dan Sragen ditanam di sawah bekas padi begitu musim kemarau tiba. Wilayah ini justru lolos dari kebijakan tanam paksa karena statusnya sebagai tanah kerajaan semi-otonom -- tapi tetap disewakan pengusaha Belanda demi daun pembungkus cerutu kelas atas.