Lewati ke konten utama
Jurnal Tembakau · Edisi Terbaru

Serikat Buruh Rokok Berusia 33 Tahun Melawan Gempuran Mesin

FSP RTMM-SPSI lahir dari penggabungan dua serikat buruh tembakau dan makanan-minuman pada 1993, kini menaungi ratusan ribu pekerja di belasan provinsi -- tapi kekuatan tawar yang dibangun selama tiga dekade itu diuji oleh mesin yang pelan-pelan mengganti tangan buruh.

Sejarah6 menit baca28 Sep 2026
Baca kisah lengkapnya →

Menampilkan 36 dari 39 artikel

No. 039
Sejarah

Rokok Mild Dulu Ditolak Pasar, Kini Nyaris Kuasai Rak Warung

Kategori kretek mild lahir dari kegagalan di tahun-tahun pertamanya, sebelum pergantian strategi pemasaran pada pertengahan 1990-an membuat penjualannya melonjak dan memancing hampir semua pabrikan besar meluncurkan varian serupa. Klaim "lebih ringan" yang menyertainya pun sejak awal menuai kritik dari kalangan kesehatan, sementara aturan pelabelan kadar tar-nikotin baru datang dua dekade kemudian.

28 Sep 20267 menit baca
No. 038
Kerajinan

Batik Mbako, Saat Daun Tembakau Naik Pangkat Jadi Seragam Dinas

Batik Mbako lahir dari keresahan seorang pendatang bernama Iman Nugroho terhadap nasib petani tembakau Temanggung, lalu berkembang jadi puluhan motif bertema daun, bunga, dan rajangan tembakau. Sejak Peraturan Bupati Nomor 26 Tahun 2019, motif ini resmi jadi bagian pakaian dinas PNS -- meski perajinnya masih bergulat dengan motif yang kerap dianggap kosong dan minimnya regenerasi perajin muda.

28 Sep 20266 menit baca
No. 037
Kerajinan

Eblek, Anyaman Bambu Rp30 Ribu di Balik Bukit Emas Temanggung

Eblek atau rigen -- anyaman bambu persegi panjang tempat rajangan tembakau dijemur -- adalah wajah paling ikonik dari musim panen tembakau Temanggung, saat bukit dan tegalan berubah keemasan dan jadi incaran wisatawan. Di baliknya, ada perajin di Dusun Letih yang masih menganyam bambu satu per satu meski material modern makin gampang didapat.

18 Sep 20266 menit baca
No. 036
Petani & Ekonomi

Rembang Dikenal karena Garam, Diam-Diam Jadi Raja Tembakau

Rembang selama ini identik dengan garam dan wisata pusaka Lasem, padahal tegalan keringnya menyimpan sentra tembakau rajangan yang menyebar di belasan kecamatan. Musim tanam 2026 saja luasnya mencapai 7.440 hektare, tapi cuaca ekstrem dua tahun terakhir membuktikan betapa rapuhnya angka itu.

18 Sep 20266 menit baca
No. 035
Petani & Ekonomi

Ekspor Tembakau RI Mendunia, Krosoknya Malah Banyak Diimpor

Pada 2024, ekspor produk tembakau Indonesia tembus US$1,7 miliar dan menempatkan negeri ini di posisi eksportir keenam dunia, dengan cerutu premium melenggang sampai ke Jerman dan Jepang. Namun di balik angka itu, volume tembakau mentah yang diimpor justru jauh melampaui krosok yang diekspor.

18 Sep 20266 menit baca
No. 034
Petani & Ekonomi

Rokok Ilegal Menang Saat Cukai Naik, Petani Ikut Kalah

Survei dan laporan penindakan terbaru menunjukkan peredaran rokok ilegal di Indonesia terus membesar, dengan potensi kerugian negara yang disebut tembus puluhan triliun rupiah dalam setahun. Di balik angka itu ada rantai yang lebih panjang -- dari sentra produksi di Jawa sampai petani dan pabrik rokok legal yang pasarnya ikut tergerus.

18 Sep 20266 menit baca
No. 033
Petani & Ekonomi

Perempuan Penyortir Daun Tembakau, Dibayar Ketelitian Rp51 Ribu Sehari

Di gudang-gudang tembakau dari Sumatera Utara sampai Jawa Timur dan Lombok, hampir seluruh proses memilah daun kering berdasarkan warna, ukuran, dan cacat dikerjakan tangan perempuan. Upahnya dibayar harian atau per malam kerja, jauh sebelum daun itu sampai ke tangan pelinting rokok.

18 Sep 20266 menit baca
No. 032
Petani & Ekonomi

Tembakau Mole Garut: Diekspor ke Malaysia, Pabriknya di Kudus

Garut memang lebih dikenal lewat dodol dan domba, tapi kabupaten ini juga penghasil tembakau mole yang dirajang setipis rambut dan dijemur di atas sasag bambu. Hasilnya laris sampai ke pabrik rokok di Kudus dan pasar Malaysia, namun petaninya sendiri jarang menikmati untung besar dari rantai produksi itu.

18 Sep 20266 menit baca
No. 031
Sejarah

Iklan Rokok Kretek Dulu Merajai Layar Kaca, Kini Terkurung Tengah Malam

Selama puluhan tahun, larangan menampilkan wujud rokok justru melahirkan iklan-iklan kretek yang penuh humor dan sindiran sosial, dari Om Jin di iklan Djarum 76 sampai berbagai kampanye televisi era 1990-2000-an. Kini, lewat PP Nomor 28 Tahun 2024, ruang gerak iklan rokok makin sempit -- dibatasi jam tayang tengah malam, dilarang total di media sosial, dan tak boleh muncul dalam radius 500 meter dari sekolah.

18 Sep 20266 menit baca
No. 030
Sejarah

Kebun Tembakau Disulap Jadi Ladang Perang, Buruhnya Jadi Romusha

Di bawah pendudukan militer Jepang 1942-1945, perkebunan tembakau di Sumatra dan Jawa kehilangan statusnya sebagai komoditas ekspor unggulan dan sebagian lahannya dialihkan jadi ladang pangan, sementara pabrik-pabrik rokok disulap jadi alat propaganda perang. Di baliknya, sistem kerja paksa romusha mengerahkan jutaan rakyat dengan kondisi yang baru terungkap belakangan.

18 Sep 20266 menit baca
No. 029
Kerajinan

Nyethe, Kerajinan Melukis Batang Rokok yang Sengaja Dibuat untuk Musnah

Cethe adalah kata Jawa untuk endapan ampas kopi, dan nyethe adalah kegiatan mengoleskannya ke batang rokok sampai membentuk motif. Tradisi yang tumbuh di kalangan petani Tulungagung sejak 1980-an ini pernah memecahkan rekor MURI dengan 2.710 peserta, dan kini merambat ke media cangkir porselen.

4 Sep 20266 menit baca
No. 028
Petani & Ekonomi

Di Atas Ladang Minyak Bojonegoro, Nasib Tembakau Ditentukan Hujan

Bojonegoro lebih dikenal lewat minyak bumi Blok Cepu, padahal kabupaten ini menanam tembakau Virginia dan Jawa di 26 kecamatan sekaligus. Musim 2025 mencatat lebih dari dua ribu hektare ladang hilang akibat kemarau basah, sementara harga rajangan kering di tingkat petani nyaris tak bergerak selama dua musim berturut-turut.

4 Sep 20266 menit baca
No. 027
Petani & Ekonomi

Cukai Rokok Kembali ke Daerah, Tapi Berapa yang Sampai ke Petani?

Setiap batang rokok yang terjual menyumbang cukai ke kas negara, dan sebagian kecil dikembalikan ke daerah penghasil lewat DBHCHT. Tahun anggaran 2026 nilainya Rp3,28 triliun, dengan Jawa Timur menyerap lebih dari separuhnya. Masalahnya, aturan penggunaan hanya menyisakan satu irisan tipis untuk urusan bahan baku -- dan riset lapangan menemukan program yang paling relevan bagi petani justru yang paling seret terserap.

4 Sep 20266 menit baca
No. 026
Petani & Ekonomi

Panen Raya Tiba, Harga Tembakau Justru Sering Terjun

Puncak panen tembakau jatuh pada Agustus-September, tapi melimpahnya daun jarang berbanding lurus dengan pendapatan petani. Catatan musim 2026 dari Temanggung, Bojonegoro, dan Pamekasan memperlihatkan tiga penyebabnya: daun yang tidak tahan disimpan, patokan harga yang terlambat ditetapkan, dan kuota serapan gudang yang menentukan lebih dulu.

4 Sep 20266 menit baca
No. 025
Sejarah

Pita Kecil di Bungkus Rokok yang Menyetor Ratusan Triliun ke Negara

Setiap bungkus rokok legal di Indonesia disegel selembar pita kecil yang jarang dibaca isinya. Pita itu adalah bukti pelunasan cukai -- sistem yang jejaknya bisa dilacak sampai ordonansi Hindia Belanda tahun 1932, lalu diwarisi Republik lewat rangkaian undang-undang. Hari ini, setoran dari benda kecil itu diukur dalam ratusan triliun rupiah.

4 Sep 20267 menit baca
No. 024
Sejarah

Museum Kretek Kudus dan Nasib Sebuah Industri yang Diawetkan

Museum Kretek di Kudus diresmikan pada 3 Oktober 1986 di atas lahan 2,5 hektare, hasil prakarsa Gubernur Jawa Tengah Soepardjo Roestam dan pembiayaan Persatuan Pengusaha Rokok Kudus. Di dalamnya tersimpan lebih dari seribu koleksi -- dari alat rajang tembakau sampai dokumentasi Nitisemito. Kini museum itu berbagi halaman dengan kolam renang dan wahana ember tumpah, bukti bahwa merawat sejarah kretek butuh lebih dari sekadar vitrin.

4 Sep 20266 menit baca
No. 023
Sejarah

Keluar dari Pabrik Pamannya, Ia Bawa 50 Buruh Mendirikan Gudang Garam

Pada 1956 Tjoa Ing-Hwie berhenti dari pabrik rokok Cap 93 milik pamannya di Kediri setelah berselisih, lalu pergi membawa sekitar 50 karyawan. Merek pertamanya gagal di pasar. Baru pada 26 Juni 1958 ia mendirikan Perusahaan Rokok Tjap Gudang Garam -- nama yang konon datang dari mimpi -- dan dalam delapan tahun jadi produsen kretek terbesar di Indonesia.

4 Sep 20266 menit baca
No. 022
Sejarah

Bocah Yatim Penjual Makanan di Kereta yang Menciptakan Angka 234

Datang dari Fujian pada usia sekitar lima tahun, Liem Seeng Tee kehilangan ayahnya enam bulan setelah menginjak Surabaya dan tumbuh sebagai penjual makanan di gerbong kereta. Dari sana ia membangun Handel Maatschappij Sampoerna pada 1913 dan melahirkan Dji Sam Soe -- Hokkian untuk dua-tiga-empat, angka yang jika dijumlahkan menjadi sembilan. Penjara Jepang sempat memutus semuanya, tapi mereknya bertahan sampai dibeli Philip Morris pada 2005.

4 Sep 20267 menit baca
No. 021
Sejarah

Direbut Buruh, Kebun Tembakau Deli Berakhir di Tangan Tentara

Kekalahan diplomasi Indonesia soal Irian Barat di forum PBB akhir November 1957 memicu gelombang aksi buruh merebut perusahaan-perusahaan Belanda di seluruh negeri, termasuk kebun tembakau Deli yang dulu jadi simbol kekayaan kolonial di Sumatra Timur. Tapi kemenangan buruh itu berumur pendek -- hanya sepuluh hari setelah mogok pertama pecah, pemerintah menyerahkan kendali perkebunan-perkebunan itu ke tangan militer, bukan ke buruh yang merebutnya.

17 Agu 20267 menit baca
No. 020
Kerajinan

Klobot, Bungkus Rokok Kulit Jagung yang Tak Gentar Air Laut

Sebelum kertas rokok jadi standar, ada rokok klobot -- tembakau bercampur cengkeh yang dibungkus kulit jagung kering, bukan kertas pabrikan. Dari Desa Bancangan di Ponorogo sampai Pabrik Cengkir Gading di Nganjuk, kerajinan membungkus tembakau dengan klobot ini masih berjalan untuk melayani nelayan dan petani gunung yang setia.

12 Agu 20266 menit baca
No. 019
Petani & Ekonomi

Lolos dari Tanam Paksa, Sawah Keraton Ini Malah Disewakan ke Belanda

Berbeda dari tembakau gunung Temanggung yang tumbuh di lereng tegalan, tembakau Vorstenlanden di Klaten, Boyolali, dan Sragen ditanam di sawah bekas padi begitu musim kemarau tiba. Wilayah ini justru lolos dari kebijakan tanam paksa karena statusnya sebagai tanah kerajaan semi-otonom -- tapi tetap disewakan pengusaha Belanda demi daun pembungkus cerutu kelas atas.

12 Agu 20266 menit baca
No. 018
Petani & Ekonomi

Rahasia Kuning Keemasan Tembakau Lombok: Bukan Matahari, tapi Oven

Berbeda dari tembakau Temanggung atau Madura yang dijemur di bawah matahari, tembakau Virginia di Lombok Timur diproses lewat flue-curing -- dikeringkan dalam oven berbilik panas selama puluhan jam hingga daunnya berubah kuning keemasan. Teknik ini menjadikan Nusa Tenggara Barat pemasok utama bahan baku rokok kretek mesin secara nasional, tapi harga yang diterima petaninya tetap naik turun mengikuti cuaca dan kebijakan cukai.

12 Agu 20266 menit baca
No. 017
Sejarah

Cengkeh Maluku: Rempah Termahal Dunia yang Berakhir jadi Recehan Kretek

Satu kilogram cengkeh Maluku pernah setara dengan tujuh gram emas di pasar Eropa, memicu perebutan dagang yang berujung darah -- dari pembunuhan Sultan Khairun hingga pelayaran hongi VOC yang memusnahkan ribuan pohon cengkeh milik rakyat Hoamoal. Empat abad kemudian, rempah yang sama justru jadi bahan racikan paling biasa dalam setiap batang kretek Indonesia.

12 Agu 20266 menit baca
No. 016
Sejarah

Cerutu Tangan yang Bertahan sejak Zaman NV Negresco

Pabrik cerutu Taru Martani di Yogyakarta berdiri sejak 1918 dengan nama awal NV Negresco, lalu berpindah tangan lewat pendudukan Jepang sebelum akhirnya diberi nama oleh Sultan Hamengku Buwono IX dan kini jadi BUMD milik Pemerintah Provinsi DIY. Cerutunya masih dilinting tangan dan pernah mengekspor 1,2 juta batang sebulan hanya ke Amerika Serikat -- sebelum kampanye antirokok global menggerus pasar itu drastis.

12 Agu 20266 menit baca
No. 015
Kerajinan

Sarinah dan Kecepatan Tangan Melinting 7.000 Rokok Sehari

Di sentra kretek Kudus, melinting dan membatil rokok kretek tangan adalah kerajinan yang mengandalkan kecepatan dan ketelitian jari -- pekerja tercepat bisa menyelesaikan 7.000 batang dalam waktu kurang dari tujuh jam. Upahnya dihitung per seribu batang, dan pada 2026 nilainya naik jadi Rp50.300 -- tapi keahlian ini pelan-pelan tergeser oleh mesin pelinting modern.

7 Agu 20266 menit baca
No. 014
Sejarah

Mitos Haji Djamhari dan Raja Kretek Sesungguhnya dari Kudus

Cerita Haji Djamhari yang mencampur cengkeh dan tembakau untuk meredakan sesak napasnya pada 1880 sudah lama jadi legenda asal-usul rokok kretek. Tapi sejarawan meragukan bukti keberadaannya -- catatan Belanda justru menyebut rokok cengkeh sudah ada di Kudus sebelum era itu. Sosok yang benar-benar mengindustrialisasi kretek adalah Nitisemito, pengusaha pribumi yang membangun pabrik beromzet besar lewat promosi pesawat udara, sebelum akhirnya bangkrut.

4 Agu 20267 menit baca
No. 013
Petani & Ekonomi

Dulu Dijuluki Daun Emas, Kini Petani Madura Terjepit Harga

Tembakau Madura pernah dijuluki "daun emas" karena harganya konon setara emas segram per kilogram. Kini harga beli pabrikan cuma berkisar Rp25 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, ditentukan sepihak lewat rantai panjang perantara bernama bandul dan cukong -- membuat petani kerap terpaksa menjual meski harganya di bawah biaya produksi mereka sendiri.

3 Agu 20266 menit baca
No. 012
Kerajinan

Tingwe: Kenapa Melinting Sendiri Bisa Hemat 80 Persen

Harga rokok pabrikan di Indonesia kini ada yang tembus Rp56.900 per bungkus imbas kenaikan cukai yang terus berulang tiap tahun. Di tengah itu, semakin banyak orang -- termasuk generasi muda -- beralih melinting tembakau sendiri lewat tradisi bernama tingwe, yang diklaim bisa menghemat pengeluaran rokok hingga 80 persen.

31 Jul 20265 menit baca
No. 011
Sejarah

Laporan yang Dikubur 80 Tahun di Balik Kejayaan Tembakau Deli

Di ujung abad ke-19, daun tembakau dari Deli, Sumatra Timur, jadi pembungkus cerutu paling dicari di Eropa -- penjualannya menembus miliaran gulden dan membuat pengusaha perkebunan kaya raya. Tapi di balik kejayaan itu, sistem kerja paksa poenale sanctie menjerat kuli kontraknya, dan laporan yang membongkar kekejamannya baru terbuka ke publik 83 tahun kemudian.

30 Jul 20267 menit baca
No. 010
Petani & Ekonomi

Kemasan Polos Rokok Resmi Digodok, Petani dan Buruh Tembakau Ikut Waswas

Aturan baru soal kemasan rokok yang warnanya bakal diseragamkan ditarget terbit akhir Juli 2026, turunan dari PP Nomor 28 Tahun 2024. Kemenkes bilang ini demi menekan daya tarik rokok ke anak muda. Tapi Kemenperin dan DPR memperingatkan risiko rokok ilegal melonjak dan PHK massal -- dan di ujung rantai itu, petani tembakau yang paling dulu kena getahnya.

28 Jul 20264 menit baca
No. 009
Sejarah

Sejarah Tembakau Indonesia: dari Kapal Eropa ke Bara Kretek

Dari daun asing yang dibawa pedagang Eropa, tembakau tumbuh menjadi tanaman wajib era kolonial, primadona ekspor dari Deli dan Jember, hingga akar industri kretek yang kini identik dengan Indonesia. Begini jejak empat abad perjalanannya.

25 Jul 20266 menit baca
No. 008
Petani & Ekonomi

"Tanaman Wali" yang Menjerat Petaninya

Di Temanggung, tembakau bukan sekadar komoditas -- ia disebut "tanaman wali" yang dipercaya membawa berkah sejak Ki Ageng Makukuhan menyebarkan Islam lewat jalur pertanian. Tapi di balik gelar sakral itu, banyak petaninya justru terikat sistem pinjaman berbunga 50 persen yang membelit mereka musim demi musim.

23 Jul 20266 menit baca
No. 007
Sejarah

Cerutu Jember: "emas hijau" yang disebut terbaik kedua di dunia setelah Kuba, tapi asing di negeri sendiri

Dari ladang-ladang di Jember, Jawa Timur, lahir tembakau pembungkus cerutu yang oleh para pencicip dunia disebut terbaik kedua setelah Kuba -- pernah dilelang hingga ke Bremen, Jerman, namun sampai hari ini lebih dikenal turis mancanegara ketimbang kebanyakan orang Indonesia sendiri.

23 Jul 20265 menit baca
No. 006
Petani & Ekonomi

Aan Wijanarko dan srintil: anugerah tembakau termahal yang tumbuh di lereng Gunung Sumbing

Di lereng Gunung Sumbing, srintil dianggap anugerah yang tak bisa dipaksa tumbuh — hanya lahir dari sedikit lahan dan digulung tangan petani di tengah dinginnya malam. Namun harganya yang bisa menyentuh Rp1 juta per kilogram tetap naik-turun mengikuti kebijakan cukai yang jauh dari kendali mereka.

21 Jul 20265 menit baca
Populer
No. 005
Sejarah

Tembakau Deli: kisah emas hijau yang mengangkat nama Sumatra

Satu lembar daun dari tanah Deli pernah membuat Eropa menoleh ke Sumatra Timur. Kisah Jacob Nienhuys dan kejayaan tembakau Deli sebagai pembungkus cerutu termewah dunia — dan bagaimana warisan itu masih hidup hari ini.

18 Jul 20266 menit baca🔥 Populer
Populer
No. 004
Sejarah

Tingwe: dari kalangan jelata ke tradisi yang digemari lagi

Sebelum pabrik rokok besar berdiri, masyarakat Nusantara sudah lebih dulu akrab dengan tradisi melinting sendiri. Dari klobot jagung hingga kertas papir, tingwe bertahan melewati satu abad dan kini menemukan penggemar baru di kalangan urban.

14 Jul 20264 menit baca🔥 Populer